Showing posts with label PHBS. Show all posts
Showing posts with label PHBS. Show all posts

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga

|3 comments
Sehat adalah karunia Tuhan yang perlu disyukuri, sebab sehat merupakan hak asasi manusia yang perlu dihargai, dijaga, dan dipelihara, dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga.
 Kondisi sehat dapat dicapai bila mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat rumah tangga.

Rumah tangg sehat dapat terwujud bila ada keinginan, kemauan setiap anggota rumah tangga untuk menjaga, meningkatkan, dan melindungi kesehatannya dari gangguan ancaman penyakit melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Artikel:

Kegiatan Kader dalam Pemberdayaan Rumah Tangga Sehat

|0 comments
Kader Kelompok Dasa Wisma
  • Kegiatan kunjungan rumah: setiap rumah dikunjungi secara berkala, misalnya 3 bulan sekali atau setiap bulan terutama untuk anggota rumah tangga yang mempunyai masalah kesehatan atau anggota rumah tangga yang tidak mampu mengatasi masalah. 
  • Kegiatan gerakan kebersihan lingkungan seperti gerakan jumat bersih untuk pemberantasan sarang nyamuk di desa/kelurahan
  • kegiatan pos kesehatan desa seperti terlibat dalam penyebaran informasi kesehatan dan aktif dalam bersiap siaga dan penanggulangan masalah kesehatan.

Kader Posyandu
  • Kegiatan penyuluhan dan penimbangan balita posyandu setiap bulan.
  • Kegiatan pencatatan dan pemantauan/status gizi dan kesehatan anak balita di posyandu setiap bulan.
  • Kegiatan  konseling pertumbuhan balita untuk membantu ibu balita mengenal masalah pertumbuhan balita dan pencegahannya.

Kader PKK
  • Terlibat dalam penyusunan rencana pelaksanaan dan penilaian lomba PHBS di rumah tangga untuk tingkat desa/kelurahan.
  • Berperan aktif dalam sosialisasi PHBS di rumah tangga ke seluruh kader desa/kelurahan
  • Terlibat dalam pemantauan kemajuan pencapaian rumah tangga sehat di wilayahnya melalui pencatatan PHBS di rumah tangga.

Peran Anggota Rumah Tangga dalam PHBS

|0 comments
  • Menerapkan PHBS di rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengajak anggota rumah tangga lain untuk ber-PHBS melalui kelompok dasa wisma
  • Ikut berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat terkait PHBS seperti Posyandu, gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan sebagainya. 
  • Menjadi kader untuk memberdayakan anggota rumah tangga di masyarakat bekerja sama tim ditingkat desa melalui penyuluhan perorangan, penyuluhan kelompok dan penyuluhan massa.

Penilaian Rumah Tangga Sehat

|2 comments
Untuk menilai Rumah Tangga Sehat digunakan 10 alat ukur (indikator) PHBS yang terdiri dari 7 indikator PHBS dan 3 indikator GHS.

Tujuh Indikator dan Definisi Operasional PHBS:
  1. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan: pertolongan pertama pada persalinan balita termuda dalam rumah tangga dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter, bidan, paramedis lainnya).
  2. Bayi diberi ASI eksklusif: bayi termuda berusia 0-6 bulan mendapat ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan. 
  3. Mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan: anggota-anggota rumah tangga memiliki pembiayaan praupaya kesehatan seperti Askes, Kartu Sehat, Dana Sehat, Jamsostek, Asuransi Perusahaan, dll. 
  4. Ketersediaan air bersih: rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih dan menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari; air dalam kemasan, air leding, air pompa, sumur terlindung, mata air terlindung, dan penampungan air hujan. Sumber air pompa sumur dan mata air terlindung berjarak minimal 10 meter dari tempat penampungan kotoran atau limbah.
  5. Ketersediaan jamban sehat: rumah tangga yang memiliki atau menggunakan jamban leher angsa dengan tangki septik atau lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir. 
  6. Kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni: rumah tangga yang mempunyai luas lantai rumah yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari-hari dibagi dengan jumlah penghuni 1 orang setiap 9 meter persegi. 
  7. Lantai rumah bukan tanah: rumah tangga yang mempunyai rumah dengan bagian/dasar/alas terbuat dari semen, papan, ubin, ataupun kayu. 

Tiga Indikator dan Definisi Operasional Gaya Hidup Sehat (GHS): 
  1. Tidak merokok di dalam rumah: penduduk/anggota rumah tangga umur 10 tahun ke atas tidak merokok di dalam rumah selama ketika berada bersama anggota keluarga lainnya selama 1 bulan terakhir. 
  2. Melakukan aktivitas fisik setiap hari: penduduk/anggota keluarga umur 10 tahun ke atas dalam 1 minggu terakhir melakukan aktivitas fisik (sedang maupun berat) minimal 30 menit setiap hari.
  3. Makan buah dan sayur setiap hari: anggota rumah tangga umur 10 tahun ke atas yang mengkonsumsi minimal 3 porsi buah atau 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari dalam 1 minggu terakhir.

Manfaat PHBS di Rumah Tangga

|0 comments
Bagi Rumah Tangga:
  • Setiapanggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit
  • Anak tumbuh sehat dan cerdas
  • Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat
  • Pengeluaran biaya rumah tangga dapat difokuskan untuk pemenuhan gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga
Bagi Masyarakat:
  • Manyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat
  • Masyarakat mampu mencegah dan menaggulangi masalah-masalah kesehatan
  • Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada
  • Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan, tabungan ibu bersalin (tabulin), arisan jamban, kelompok pemakai air, ambulans desa, dan lain-lain
Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota:
  • Peningkatan prosentase Rumah Tangga Sehat menunjukkan kinerja dan citra Pemerintah Kabupaten/Kota yang baik
  • Biaya yang tadinya dialokasikan untuk menanggulangi masalah-masalah kesehatan dapat dialihkan untuk pengembangan lingkungan yang sehat dan penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang merata, bermutu, dan terjangkau
  • Kabupaten/Kota dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pengembangan PHBS di Rumah Tangga.

Tujuan dan Sasaran PHBS di Rumah Tangga

|0 comments
Tujuan PHBS di Rumah Tangga ialah:
  1. Meningkatkan dukungan dan peran aktif petugas kesehatan, petugas lintas sektor, media massa, organisasi masyarakat, LSM, tokoh masyarakat, Tim Penggerak PKK dan dunia usaha dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga. 
  2. Meningkatkan kemampuan keluarga untuk melaksanakan PHBS dan berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.

Sasaran PHBS di Rumah Tangga pada dasarnya ialah seluruh anggota keluarga yang meliputi:
  1. Pasangan usia subur
  2. Ibu hamil dan atau ibu menyusui
  3. Anak dan remaja
  4. Usia lanjut
  5. Pengasuh anak

Jenis Kegiatan PHBS

|0 comments
PHBS Bidang Gizi, misalnya:
  • makan dengan gizi seimbang
  • minum tablet besi selama hamil
  • memberi bayi ASI eksklusif
  • mengkonsumsi garam beryodium
  • memberi bayi dan balita kapsul vitamin A
PHBS Bidang KIA dan KB, misalnya:
  • memeriksakan kehamilan
  • persalinan ditolong tenaga kesehatan
  • menimbang balita setiap bulan
  • mengimunisasi lengkap bayi
  • ikut Keluarga Berencana (KB)
  • makan makanan bergizi
  • ibu hamil tidak merokok
PHBS Bidang Kesehatan Lingkungan, misalnya:
  • cuci tangan dengan sabun dan air setelah buang air besar
  • menghuni rumah sehat
  • memiliki akses dan menggunakan air bersih
  • memiliki akses dan menggunakan jamban
  • memberantas jentik nyamuk
  • membuang sampah pada tempat sampah
  • cuci tangan
PHBS Bidang Pemeliharaan Kesehatan. misalnya:
  • memiliki jaminan pemeliharaan kesehatan
  • aktif mengurus UKBM/sebagai kader
  • memanfaatkan Puskesmas/sarana kesehatan yang telah disediakan
PHBS Bidang Gaya Hidup Sehat, misalnya:
  • tidak merokok di dalam rumah
  • melakukan aktivitas fisik/olahraga setiap hari
  • makan sayur dan buah-buahan setiap hari
PHBS Bidang Obat dan Farmasi, misalnya:
  • memiliki tanaman obat keluarga 
  • tidak menggunakan napza
  • menggunakan obat generik
  • jauhkan anak dari bahan-bahan berbahaya/beracun
  • minum oralit jika diare


Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

|0 comments
Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.

PHBS di Rumah Tangga ialah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.