Showing posts with label mata. Show all posts
Showing posts with label mata. Show all posts

Glaukoma Uveitis

|0 comments
     Glaukoma uveitis merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokuler yang terjadi sebagai salah satu akibat dari peradangan pada uvea.1,2,3 Ketika inflamasi dihubungkan dengan peningkatan TIO, ini merupakan dilema bagi seorang dokter untuk mengetahui apakah penyebab peningkatan TIO ialah inflamasi aktif, kerusakan struktur secara kronis akibat inflamasi, atau karena terapi kortikosteroid. Banyak entitas pada uveitis yang dapat menyebabkan glaukoma. Beberapa sindroma yang lebih sering terjadi di antaranya artritis rheumatoid juvenile, Fuchs heterochromic iridocyclitis, Posner-Schlossman syndrome, pars planitis, toksoplasmosis, uveitis herpetik, dan varisela zoster.4,5  [For Sale, Referat 25 Halaman, Daftar Pustaka 19, Hub. 085273787287]

Ektopia Lentis

|0 comments
      Ektopia lentis adalah disposisi atau malposisi kristalin lensa mata dari posisi normalnya akibat lemah/rusaknya zonula Zinii. Gejala yang mengiringi terjadinya ektopia lentis meliputi penurunan penglihatan yang bervariasi derajat keparahannya bergantung pada disposisi lensa dan abnormalitas yang mendasari.
     Ektopia lentis merupakan kondisi yang jarang terjadi pada populasi umum sehingga sulit sekali mengumpulkan data insidensi penderitanya. Di Amerika, insidensi ektopia lentis pada populasi umum tidak diketahui. Namun, diketahui bahwa penyebab tersering ektopia lentis ialah trauma pada mata yang menyumbang lebih dari setengah kasus disposisi lensa. [For Sale, Referat 23 Halaman, Daftar Pustaka 27, Hub. 085273787287]

Buta Warna

|0 comments
            Buta warna merupakan suatu gangguan genetik terkait seks yang disebabkan oleh defisiensi salah satu dari ketiga fotopigmen (sel kerucut). Pada kasus yang ekstrim, dapat terjadi defisiensi lebih dari satu fotopigmen. Ketiadaan satu atau lebih fotopigmen tersebut membuat pengidap buta warna hanya dapat melihat warna-warna yang terbentuk oleh aktivitas relatif jenis sel kerucut yang ada. Kondisi buta warna ini diwariskan secara resesif melalui kromosom X.1  
            Secara umum proporsi laki-laki lebih banyak menderita buta warna dibanding perempuan. Hal ini dikarenakan laki-laki hanya memiliki satu kromosom X. Berbeda dengan laki-laki, perempuan mempunyai dua kromosom X sehingga apabila ia diturunkan satu kromosom X yang termutasi, ia hanya menjadi seorang carrier dikarenakan satu kromosom X miliknya normal. Laki-laki yang hanya memiliki satu kromosom X akan langsung diturunkan sifat patologis dari kromosom X yang termutasi.2          
               Angka kejadian buta warna cukup signifikan, meskipun proporsi tepatnya beragam di antara sejumlah populasi. Di Australia misalnya, buta warna terjadi pada sekitar 8% dari laki-laki, dan hanya 0,4% dari perempuan.3 Komunitas terisolasi dengan genetik yang terbatas kadang mengakibatkan tingginya proporsi buta warna, termasuk jenis yang jarang terjadi, contohnya yaitu di Hungaria, dan beberapa kepulauan Skotlandia. [For Sale, Referat 17 Halaman, Daftar Pustaka 28, Hub. 085273787287]

Astigmatisme

|0 comments

        Astigmatisme merupakan suatu kelainan refraksi yang ditandai dengan penglihatan kabur akibat kelengkungan kornea atau lensa yang ireguler. Ireguleritas kelengkungan kornea atau lensa tersebut selanjutnya menyebabkan bayangan objek di retina menjadi kabur (dimanifestasikan sebagai penglihatan kabur). Seseorang dengan astigmatisme dapat mengeluhkan penglihatan kabur, melihat ganda dengan satu atau kedua mata, melihat benda yang bulat menjadi lonjong, menyipitkan mata ketika melihat suatu objek, merasa kelelahan atau ketidaknyamanan pada mata, serta merasa sakit kepala.
         Secara umum, penyebab astigmatisme berasal dari kelainan pada kornea ataupun lensa dan dapat merupakan kelainan kongenital atau didapat akibat kecelakaan, peradangan kornea, ataupun operasi (misalnya, ekstraksi katarak, keratoplasti, trabekulektomi).
            Telah diperkirakan bahwa prevalensi kelainan refraksi dialami oleh sekitar 800 juta sampai 2,3 milyar penduduk di seluruh dunia. Di Amerika, berdasarkan penelitian Archives of Ophthalmology of America, terdapat 3 dari 10 (28,4%) anak pada usia 5-17 tahun menderita astigmatisme. Sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan di Brazil, didapatkan bahwa 34% pelajar menderita astigmatisme. Dari penelitian lain yang dilakukan di Bangladesh, dihasilkan data bahwa hampir 1 dari 3 (32,4%) dewasa berusia > 30 tahun menderita astigmatisme. ....... [For Sale, Referat 18 Halaman, Daftar Pustaka 11, Hub. 085273787287]

Amaurosis Fugaks

|0 comments
Amaurosis fugaks merupakan gejala hilangnya penglihatan monokuler sementara di mana pada saat serangan pasien sering mendeskripsikan adanya “layar” yang turun dari atas ke bawah  menutupi penglihatan mereka. Gejala hilangnya penglihatan ini berepisode, di mana setiap episode dapat berlangsung selama beberapa detik (2-5 detik) atau menit (5-10 menit) tergantung etiologi yang mendasari hilangnya penglihatan.1,2
Secara umum, tidak adekuatnya aliran darah ke retina merupakan keadaan yang mengakibatkan hilangnya penglihatan sesaat.3 Secara khusus, diketahui terjadi gumpalan plak di arteri karotis ke arteri retina sentralis yang menyebabkan gangguan suplai darah ke retina. Keadaan ini menyebabkan penderita kehilangan penglihatan...... [For Sale---Referat 16 Halaman, Daftar Pustaka 15, Hub: 085273787287]