Showing posts with label anak. Show all posts
Showing posts with label anak. Show all posts

SERI BUKLET dr. Luh Karunia Wahtuni

|1 comments
BUKU-BUKU YANG SANGAT  BERMANFAAT UNTUK IBU YANG MENYAYANGI ANAKNYA.... HARGA 50RB/BUKU


Klik Gambar Untuk Melihat Ukuran Besar


BERMINAT???? 

 HUBUNGI 087761947818 (dr. Leni Kopen)

Resusitasi Bayi Baru Lahir

|0 comments
Pada bayi yang baru dilahirkan harus dinilai beberapa komponen darinya, yakni apakah bayi tersebut cukup bulan sewaktu di dalam kandungan, apakah bayi bernapas atau menangis ketika dilahirkan, apakah cairan amnion yang menyertai kelahirannya jernih, serta apakah tonus otot bayi baik?. Apabila semua pertanyaan jawabannya YA, maka seorang dokter hanya perlu melakukan perawatan rutin, yaitu dengan memberikan kehangatan temperatur, membersihkan jalan napas dari cairan amnion atau sekret saluran napas, mengeringkan sekujur tubuh bayi, dan menilai warna bayi secara inspeksi.

Namun, bila satu saja terdapat jawaban TIDAK, maka selama 30 detik selain memberikan kehangatan temperatur, dokter harus memposisikan bayi dalam kondisi jalan napas bebas (misalnya dalam posisi leher yang terekstensi) sembari membersihkan adanya sekret ataupun cairan amnion yang mungkin menghambat jalan napas. Dokter juga secara simultan harus mengeringkan tubuh bayi, merangsang taktilnya, serta mereposisi apabila apabila bayi tampak kesulitan bernapas. Apabila dengan intervensi-intervensi ini bayi bernapas dan frekuensi jantungnya lebih besar dari 100 kali per menit disertai dengan tampakan kemerahan pada tubuh bayi yang menandakan baiknya suplai ke jaringan perifer, maka hanya diperlukan perawatan observasi tanda-tanda vital terutama frekuensi dan karakteristik pernapasan.

Apabila bayi apnu atau frekuensi jantung kurang dari 100 kali per menit, maka dokter harus memberikan ventilasi tekanan positif/VTP (setelah diintubasi), dalam waktu 30 detik lakukan penilaian. Apabila bayi sianosis, berikan oksigen, apabila tetap sianosis, lakukan pula VTP, lakukan penilaian. Frekuensi jantung lebih dari 100 kali per menit dan kulit bayi yang kemerahan menunjukkan ventilasi yang efektif, maka dilakukan perawatan pascaresusitasi. Frekuensi jantung kurang dari 60 kali per menit menunjukkan kegagalan VTP sehingga memerlukan intervensi yang lebih yakni VTP ditambah dengan kompresi dada, namun setelah dilakukan intervensi ini, frekuensi jantung masih tetap dibawah 60 kali per menit, maka bayi diberikan epinefrin, lalu lakukan penilaian frekuensi jantung. Apabila frekuensi jantung masih dibawah 60 kali per menit ulangi langkah kombinasi VTP + kompresi dada selama 30 detik, lalu apabila frekuensi nadi masih tetap di bawah 60 kali per menit, intervensi yang dilakukan hanyalah pemberian VTP saja. Penilaian harus tetap dilakukan untuk menilai apakah VTP menjadi efektif atau tidak.

Hidrosefalus

|0 comments

A.  Penegakan Diagnosis:
1.       Tekanan intrakranial meninggi
2.       Transiluminasi kepala
3.       Ultrasonografi kepala jika ubun-ubun besar belum menutup
4.       Rontgen kepala dan CT scan.
5.       Untuk mengetahui lokasi penyumbatan adalah dengan menyuntikkan zat warna PSP ke dalam ventrikel lateralis dan menampung pengeluarannya melalui pungsi lumbal untuk mengetahui penyumbatan ruang subaraknoid.
6.       Uji PSP ginjal untuk mengetahui fungsi ginjal
B.  Diagnosis Banding:
1.       Makrocephalus
2.       Tumor otak
C.  Diagnosis Kerja
1.       Defenisi:
Hidrosefalus adalah keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinalis(CSS) dengan tekanan intrakranial yang meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirkan CSS.
2.       Klasifikasi:
a.       Hidrosefalus obstruktif,tekanan CSS yang tinggi disebabkan obstruksi pada salah satu tempat antara pembentukan CSS oleh pleksus koroidalis dan keluarnya dari ventrikel IV melalui foramen Luschka dan magendie.
b.      Komunikans,yaitu bila tekanan CSS yang meninggi tanpa penyumbatan sistem ventrikel.
Klasifikasi lain:
a.       Kongenital
b.      Didapat
3.       Etiologi:
Hidrosefalus terjadi bila terdapat penyumbatan aliran CSS pada salah satu tempat antara tempat pembentukan CSS  dalam sistem ventrikel dan tempat absorbsi dalam ruang subaraknoid.Akibat penyumbatan terjadi dilatasi ruangan CSS di atasnya. Tempat yang sering mengalami obstruksi adalah foramen Monroi,foramen Luschka dan magendie,sisterna magna dan sisterna basalis.
Penyebab penyumbatan aliran CSS yang sering terdapat pada bayi dan anak adalah:
a.       Kelainan bawaan
i)                    Stenosis akuaduktus sylvii
Penyebabterbanyak pada hidrosefalus bayi dan anak(60-90 %). Akuaduktus dapat merupakan saluran buntu sama sekali atau abnormal lebih sempit dari biasa. Umumnya gejala hidrosefalus terlihat sejak lahir atau progresif lebih cepat pada bulan-bulan pertama setelah lahir.
ii)                   Spina bifida dan kranium bifida
Hidrosefalus pada kelainan ini biasanya berhubungan dengan sindrom Arnold-Chiari akibat tertariknya medula spinalis dengan medula oblongata dan serebelum letaknya lebih rendah dan menutupi foramen magnum sehingga terjadi penyumbatan sebagian atau lokal.
iii)                 Sindrom Dandy-Walker
Merupakan atresia kongenital foramen Luschka dan Magendie dengan akibat hidrosefalus obstruktif dengan pelebaran sistem ventrikel terutama ventrikel IV yang dapat sedemikian besarnya hingga merupakan suatu kista yang besar di daerah fosa posterior.
iv)                 Kista araknoid
Dapat terjadi kongenital tetapi dapat juga timbul akibat trauma sekunder suatu hematoma.
v)                  Anomali pembuluh darah
b.      Infeksi
c.       Neoplasma
d.      Perdarahan
4.       Manifestasi klinis
1.       Pembesaran tengkorak
2.       Muntah
3.       Nyeri kepala
4.       Edema papil saraf otak II
5.       Cracked pot sign
6.       Sunset sign
7.       Nistagmus
8.       Kelainan neurologis: gangguan kesadaran,motoris dan kejang,kadang gangguan pusat vital
5.       Penatalaksanaan:
Pada sebagian besar penderita pembesaran kepala berhenti sendiri(arrested hydrocephalus),mungkin  oleh rekanalisasi ruang subaraknoid atau kompensasi pembentukan CSS yang berkurang.
Ada 3 prinsip pengobatan hidrosefalus:
a.       Mengurangi produksi CSS dengan merusak sebagian pleksus koroidalis dengan tindakan reseksi atau koagulasi akan tetapi hasilnya tidak memuaskan. Obat azetosolamid(Diamox) dikatakan mempunyai khasiat inhibisi produksi CSS.
b.      Memperbaiki hubungan antara tempat produksi CSS dengan tempat absorbsi yakni menghubungkan ventrikel dengan subarakhnoid.
c.       Pengeluaran CSS ke dalam organ ekstrakranial:
-          Drainase ventrikulo-peritoneal
-          Drainase lombo-peritoneal
-          Drainase ventrikulo-pleural
-          Drainase ventrikulo- ureterostomi
-          Drainase ke dalam antrum mastoid
-          Mengeluarkan CSS ke dalam vena jugularis dan jantung melalui kateter yang berventil (Holter valve) yang memungkinkan pengaliran CSS satu arah.