Showing posts with label diagnosis. Show all posts
Showing posts with label diagnosis. Show all posts

PENILAIAN AWAL KEDARURATAN PEDIATRI

|0 comments

PENILAIAN AWAL KEDARURATAN PEDIATRI
Elia Agus Triantoro

PENDAHULUAN
§  Bahaya kegawatan anak à cardiopulmonary arrest
§  Hipoksia dan hiperkarbi à respiratori arrest à bradikardi à cardiopulmonary arrest
§  Hal-hal yang menyebabkan cardiopulmonary arrest

MENENTUKAN ANAK SAKIT GAWAT:
§  PAT (pediatric assessment triangle) à penilaian cepat untuk menentukan stabilitas fisiologis anak
§  Penilaian ABCDE (primary survey)à pemeriksaan fisik

KEY POINT
§  Triangle adalah “quick look” dari keseluruhan keparahan dan urgensi treatment
§  Primary survey adalah evaluasi cepat dan bertahap dari fungsi cardiopulmonari dan neurologis untuk prioritas treatment
§  Setelah identifikasi masalah yang membahayakan nyawa, segera mulai resusitasi segera

PAT




A.    Airways and Appearance à penampilan anak secara keseluruhan merefleksikan adekuasi oksigenasi-ventilasi

Normal:
§  Tangis dan bicara normal
§  Merespon terhadap orangtua atau dengan stimulus seperti cahaya atau mainan
§  Tonus otot dan gerak ekstrimitas baik
Abnormal:
§  Tangis atau bicara abnormal atau absent
§  Penurunan respon terhadap orangtua atau stimulus lingkungan
§  Tonus otot lemah atau kaku

TILCS à tone, interactivity, consolability(anak bisa dihibur/dibujuk ato nggak), look/gaze(tatapan), speech/cry

Glasgow Coma Scale (GCS)

|0 comments
Glasgow Coma Scale (GCS) adalah skala yang dipakai untuk menentukan/menilai tingkat kesadaran pasien, mulai dari sadar sepenuhnya sampai keadaan koma. Teknik penilaian dengan ini terdiri dari tiga penilaian terhadap respon yang ditunjukkan oleh pasien setelah diberi stimulus tertentu, yakni respon buka mata, respon motorik terbaik, dan respon verbal. Setiap penilaian mencakup poin-poin, di mana total poin tertinggi bernilai 15.


Jenis Pemeriksaan
Nilai
Respon buka mata (Eye Opening, E)
·      Respon spontan (tanpa stimulus/rangsang)
·      Respon terhadap suara (suruh buka mata)
·      Respon terhadap nyeri (dicubit)
·      Tida ada respon (meski dicubit)

4
3
2
1
Respon verbal (V)
·         Berorientasi baik
·         Berbicara mengacau (bingung)
·         Kata-kata tidak teratur (kata-kata jelas dengan substansi tidak jelas dan non-kalimat, misalnya, “aduh… bapak..”)
·         Suara tidak jelas (tanpa arti, mengerang)
·         Tidak ada suara

5
4
3

2
1
Respon motorik terbaik (M)
·      Ikut perintah
·      Melokalisir nyeri (menjangkau & menjauhkan stimulus saat diberi rangsang nyeri)
·      Fleksi normal (menarik anggota yang dirangsang)
·      Fleksi abnormal (dekortikasi: tangan satu atau keduanya posisi kaku diatas dada & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri)
·      Ekstensi abnormal (deserebrasi: tangan satu atau keduanya extensi di sisi tubuh, dengan jari mengepal & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri)
·      Tidak ada (flasid)

6
5
4
3

2

1
Interpretasi atau hasil pemeriksaan tingkat kesadaran berdasarkan GCS disajikan dalam simbol E…V…M…

Selanutnya nilai tiap-tiap pemeriksaan dijumlahkan, nilai GCS yang tertinggi adalah 15 yaitu E4V5M6 dan terendah adalah 3 yaitu E1V1M1. Biasanya, pasien dengan nilai GCS dibawah 5 ialah pasien emergensi yang sulit dipertahankan keselamatannya.  
Berdasarkan buku Advanced Trauma Life Support, GCS berguna untuk menentukan derajat trauma/cedera kepala (trauma capitis).

Derajat cedera kepala berdasarkan GCS:
GCS : 14-15 = CKR (cedera kepala ringan)
GCS : 9-13   = CKS  (cedera kepala sedang)
GCS : 3-8     = CKB (cedera kepala berat)

Lihat video tentang GCS:

Ketahui dengan Formula Ini, Apakah Anda Obesitas???

|1 comments
Semakin berkembangnya suatu negara, semakin berkaitan dengan era globalisasi. Sebagai contoh, Indonesia, sebagai negara yang sedang berkembang, semakin dipengaruhi oleh budaya luar, baik dalam segi kesenian, norma susila, peradaban, bahkan pola makan. Pola makan yang "kebarat-baratan" tentu saja berdampak pada kesehatan. Makan terlalu banyak dan tidak beraktifitas merupakan penyebab tersering kelebihan berat badan.


Salah satu dampak dari "poor diet" atau pola makan yang buruk adalah kelebihan berat badan yang biasa disebut dengan istilah obesitas. Obesitas, bukanlah sesuatu yang biasa, melainkan sesuatu yang harus mendapatkan perhatian khusus karena berbagai dampak yang dapat ditimbulkannya.

Berbagai penyakit dikaitkan dengan obesitas, seperti artritis, diabetes tipe II, berbagai penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung), dan beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, obesitas bukanlah masalah yang sepeleh.

Untuk mengetahui apakah kita obesitas atau tidak, atau bahkan kurang nutrisi, kita dapat menggunakan formula untuk menghitung indeks massa tubuh, yaitu berat badan (dalam kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Sebagai contoh, berat badan kita 50 kg, tinggi badan kita 150 cm (1,5 meter). Berarti rumus indeks massa tubuh kita ialah 50/(1,5x1,5) = 22,22. Nah selanjutnya nilai itu kita interpretasikan sesuai tabel dibawah ini:


IMT (kg/m2)
Status Nutrisi
< 18,5
18,50-24,99
25.00 - 29.99
≥ 30,00
Kurang
Normal
Lebih
Obesitas
Sumber: WHO 1995, WHO 2000, dan WHO 2004.

Nilai 22,22 berada dalam rentang normal sesuai tabel di atas. Sekarang kita dapat mencoba menghitung indeks massa tubuh kita dengan memasukkan berat dan tinggi badan kita sendiri. Atau bila ingin mengetahuinya tanpa susah menghitung, silahkan download programnya di sini (Setelah selesai mendownload dan menginstall, ganti Imperial menjadi Metric agar satuan berat badan menjadi kilogram dan tinggi badan menjadi centimeter). Selamat mencoba!!!

Catatan: Untuk menjaga berat badan (supaya tidak berlebihan), konsepnya adalah setiap kalori yang kita makan harus seimbang dengan energi yang kita bakar (gunakan). Untuk menurunkan berat badan, kita harus menggunakan lebih banyak kalori dibanding yang kita makan. Strategi penurunan berat badan diantaranya:
  • Memilih makanan rendah lemak dan rendah kalori.
  • Makan dalam porsi yang kecil.
  • Perbanyak minum air putih, kurangi minum yang manis.
  • Berolahraga ringan secara teratur.
Terima Kasih Berkenan Membaca, Klik Banner Di Bawah Untuk Men-Donasi Blog Ini....

Beberapa Pengukuran Antropometri (Anthropomeric Measurements)

|0 comments


1.            The stature (overall height) = Basis-vertex (Ba-v) --> untuk menentukan tinggi tubuh kita
2.            Acromial height (Ba-a)
3.            Radial height (Ba-r) basis–radiale
4.            Styloid height (Ba-sty) basis–stylion
5.            Iliospinal height (Ba-is) basis-iliospinale
6.            Tibial height (Ba-ti) basis-tibiale
7.            Medial Malleolar height (Ba-sph) basis-sphyrion
8.            Upper arm length (a-r) acromion-radiale --> untuk menentukan panjang lengan atas kita
9.            Lower arm length (r-sty) radiale-stylion --> untuk menentukan panjang lengan bawah kita
10.        Thigh length (is-t) iliospinale-tibiale--> untuk menentukan panjang tulang paha kita
11.        Crural length (t- sph) tibiale-sphyrion
12.        Biacromial breadth, diameter biacromialis (a-a)
13.        Bicristal breadth, diameter bicriatalis (ic-ic) cristailiaca-cristailiaca
14.        Maximun head length (g-op) glabella- ophistrocranion --> untuk menentukan panjang lingkar kepala
15.        Maximal head breadth (eu-eu) --> untuk menentukan lebar maksimal kepala
16.        Bizygomatic breadth, diameter bizygomatica (zy-zy)
17.        Bigonial width, diameter bigonialis (go-go)

(Kontributor: Dr. Mutiara Budi Azhar)

Tiga Hal yang Harus Diketahui Mengenai Diabetes Terkontrol

|0 comments
Kebanyakan penderita diabetes (kencing manis) tidak mendengar apa yang telah diedukasikan oleh dokter mengenai hal penting apa saja yang berguna untuk pengontrolan diabetes mereka. Ada tiga hal penting yang harus diketahui dalam perawatan diabetes, yakni memonitor gula darah secara rutin, merencanakan mengkonsumsi makanan layak/tepat untuk diabetes, dan latihan (exercise). Penjelasan dari ketiganya ialah sebagai berikut:

Memonitor Gula Darah
Kadar gula darah harus dikontrol baik secara mandiri (dengan alat pengukur kadar gula darah) maupun datang ke tenaga medis. Kadar gula darah sebaiknya dikontrol secara teratur setiap satu atau dua minggu. Waspadai kadar gula darah di atas 140 mg/dl, hubungi dokter sesegera mungkin apabila kadar gula darah kita memang di atas angka itu.

Merencanakan Makanan yang Tepat
Pasien dengan diabetes pada dasarnya harus mencegah/mengurangi sedikit mungkin memakan-makanan yang berasa manis. Namun, untuk rekomendasi, benar-benar mencegah makanan manis adalah lebih baik. Selain itu, memakan/meminum apapun (terutama yang manis) dalam jumlah banyak apalagi dengan frekuensi sering juga tidak disarankan karena akan mengakibatkan kelebihan kadar gula darah yang dapat memicu terjadinya penyakit diabetes. Makanan yang tepat untuk penderita diabetes ialah nasi merah, sereal, nasi jagung, kacang-kacangan, sayur-sayuran, buah-buahan (yang terlalu manis tidak dianjurkan), daging, dan ikan. Semua jenis makanan itu harus "tepat jumlah" dalam artian tidak boleh berlebihan, secukupnya saja (atau sesuai rekomendasi dokter). Beras, baik dalam bentuk nasi maupun bubur juga harus dikurangi karena memiliki karbohidrat yang tinggi, yang dapat memicu peningkatan gula darah dalam tubuh. Mengenai minum, penderita diabetes sangat disarankan banyak minum air putih, tetapi sedikit minum susu (rendah lemak) dan yogurt.

Latihan (Olahraga)
Penderita diabetes, selain mempunyai riwayat memakan makanan berkadar gula tinggi, juga kerap memiliki riwayat jarang berolahraga/beraktivitas cukup untuk membakar timbunan energi berlebih yang bersemayam dalam tubuh. Oleh karena itu, beraktivitas fisik secara teratur seperti jalan santai ataupun jogging sangat disarankan untuk penderita diabetes. Olahraga yang berat tidak direkomendasikan apalagi untuk penderita diabetes yang telah mempunyai komplikasi penyakit lain.