Showing posts with label seks. Show all posts
Showing posts with label seks. Show all posts

Penyakit Menular Seksual yang Dapat Terjadi Akibat Aktivitas Seks Oral

|0 comments



Di bawah ini merupakan berbagai macam penyakit menular seksual yang dapat terjadi akibat perilaku seks oral yang tidak aman:

HIV
Ya, ini yang paling mungkin!! Perilaku seks oral dapat meningkatkan kemungkinan penyebaran atau penularan HIV melalui oral. Bila Anda (baik wanita maupun pria) melakukan perilaku seks oral dengan penderita HIV dan ketika atau sebelum itu Anda mengalami luka terbuka, sariawan, dan luka apapun di rongga mulut Anda, maka cairan semen penderita yang terinfeksi tersebut dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh Anda, memasuki peredaran darah Anda. Sebaliknya, bila Anda menerima seks oral dari seorang penderita HIV dan ketika itu ia sedang mengalami luka terbuka di mulutnya, maka sangat mungkin virus HIV masuk ke dalam tubuh Anda melalui organ genital anda yang telah terabrasi.
Air susu seorang wanita yang terinfeksi HIV juga dapat mengandung virus HIV di dalamnya. Oleh karena itu, seks oral pada area payudara juga meningkatkan risiko penularan HIV. Saliva atau air liur, tidak begitu mengandung virus HIV, mencumbu pasangan Anda tidak begitu meningkatkan risiko penularan HIV, kecuali bila pasangan Anda atau Anda sendiri mengalami lesi (semacam luka) pada rongga mulut Anda.

Klamidia
Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini lebih berpengaruh terhadap wanita dibanding pria dan dapat menyebabkan kerusakan yang amat parah pada sistem reproduksi wanita, termasuk infertilitas permanen. Kebanyakan kasus klamidia tidak menampakkan gejala tetapi memiliki beberapa tanda seperti nyeri saat berkemih, terdapat duh tubuh yang bau dari kemaluan, bercak-bercak pasca senggama, dan nyeri punggung bagian bawah yang persisten.
 
Herpes oral
Merupakan suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus herpeks simpleks, herpes oral dapat menyebabkan ulkus (sejenis koreng ataupun sariawan) yang nyeri dan dalam, serta terdapat di rongga mulut. Meskipun bukan merupakan infeksi yang permanen, herpes oral dapat berlangsung selama berbulan-bulan dan seringkali bahkan bertahun-tahun baru bisa sembuh sempurna.

Gonorrhea
Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang ditransmisikan melalui seks oral. Gonorrhea bakteri biasanya lebih sering  mengenai vagina wannita lalu menyebar ke dalam rahim. Penyakit menular seksual ini dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan pada wanita, serta meningkatkan risiko kehamilan tubal (salah satu jenis kehamilan ektopik dimana pertumbuhan janin tidak terjadi di tempat yang semestinya; dalam hal ini bakal janin tumbuh di tuba fallopi).

Hepatitis A dan E
Kedua penyakit ini dapat menyebar melalui seks oral. Hepatitis A dan E merupakan infeksi virus pada hati. Meskipun tidak bersifat fatal pada 99,5% kasus, penyakit ini dapat memperlemah kinerja hati Anda. Beberapa gejala yang sering pada hepatitis ialah demam, diare, kehilangan nafsu makan, muntah, sekujur tubuh kuning, warna urin gelap/pekat, dan nyeri perut.

Diambil dan diterjemahkan dari situs: www[dot]shaaditimes[dot]com

Hubungan Hotel dengan Kesehatan

|0 comments

Saat ini, bisnis tempat penginapan semakin menjadi tempat bersinggah bagi para pebisnis yang ingin meningkatkan mutu finansialnya. Tempat penginapan yang dijadikan ladang bisnis mulai dari tempat penginapan skala kecil, menengah, sampai skala tinggi sekelas hotel berbintang.   
Dalam sudut pandang kesehatan, seolah maraknya bisnis tersebut tidak berdampak apa-apa pada kesehatan, padahal secara tidak langsung semakin banyaknya tempat-tempat penginapan, angka kejadian penyakit menular seksual kian meningkat.
Motel, hotel, wisma, dan sebainya semakin membuat biang prostitusi "bermata hijau", menyaksikan peluang yang makin berlimpah. Mereka yang notabenenya membawa sejumlah penyakit seksual yang (mungkin) dorman, berpindah-pindah dari tempat penginapan yang satu ke tempat penginapan yang lain (tentunya ke tempat yang "menerima" jasa mereka). Hal ini membuat semakin rentan dan kuatnya rantai penularan. Ditambah lagi apabila mereka melakukan seks yang tidak aman; tidak memakai pengaman dan sebagainya. Dalam kondisi ini, penularan sulit dihindari. 
Memang, tidak ada data statistik yang menunjukkan secara pasti berapa persen peningkatan yang terjadi, mengingat penyakit menular seksual merupakan penyakit yang prevalensinya seperti gunung es, semakin dalam ditelusuri semakin banyak terdeteksi. Namun, perlu dihubungkan secara rasional bahwa di suatu tempat yang banyak tempat penginapannya, penyakit menular seksual semakin tinggi prevalensinya.

10 Standar Pencegahan HIV/AIDS

|0 comments
Untuk pertama kalinya, suatu generasi muda sampai pada suatu masa di mana ancaman AIDS menghantui setiap hubungan seksual. Individu dapat mengurangi risiko tertular oleh HIV dan penyakit menular seksual lainnya dengan mengikuti petunjuk berikut ini. Hanya dua nomor pertama yang benar-benar menghindarkan penularan HIV secara seksual. Nomor lainnya mengurangi risiko infeksi, akan tetapi tidak menjamin benar-benar aman. Apabila kita melakukan aktifitas seksual secara aktif tanpa mengetahui (dengan tidak menduga) apakah pasangan kita terinfeksi HIV atau penyakit/infeksi yang menular secara seksual lain, maka kita bisa menyebutkan seks yang agak aman, bukan seks yang sangat aman.
  1. Selibat (tidak melakukan hubungan seks) sepanjang hidup
  2. Menjalani hubungan yang langgeng dengan seseorang, masing-masing tidak terinfeksi dan selalu setia pada pasangannya. Meskipun dua hal pertama ini merupakan kegiatan seksual yang dijamin aman, cara ini sulit atau bahkan tidak diikuti oleh sebagian besar muda-mudi ataupun orang-orang di seluruh penjuru dunia.
  3. Memilih pasangan seksual dengan teliti. Cari tahu tentang pasangan sebelum melakukan hubungan seksual. Meskipun mencari tahu bukan jaminan kita tahu orang tersebut terinfeksi HIV atau tidak. Hindari berpasangan dengan banyak orang, atau dengan seseorang yang kemungkinan memiliki banyak pasangan.
  4. Bersikap asertif pada pasangan seksual. Merupakan hal yang penting untuk mengkomunikasikan dengan jelas tentang AIDS dan bersikaplah asertif kepada pasangan.
  5. Periksa organ seksual pasangan. Tidak ada tanda yang jelas dari infeksi HIV, tetapi orang yang terinfeksi HIV biasanya juga terinfeksi oleh penyakit menular seksual (PMS) lainnya. Bisa dilihat tanda PMS pada organ seksual seperti ruam/merah, melepuh, bernana, kutil, dan kutu. Juga apabila tercium bau yang tidak enak merupakan tanda bahaya.
  6. Gunakan kondom lateks. Kondom melindungi laki-laki dari infeksi cairan vagina dan mencegah sperma yang terinfeksi masuk ke saluran wanita. Semua kondom (termasuk yang disebut dengan kondom alamiah yang terbuat dari usus/kulit hewan) berfungsi sebagai penghalang sperma, akan tetapi hanya kondom lateks yang dapat melindungi penularan HIV. 
  7. Menggunakan spermicides. Spermicides mengandung unsur nonoxynol-9 dapat membunuh HIV seperti halnya membunuh sperma. Spermicides digunakan bersama kondom lateks, tidak sebagai pengganti kondom.
  8. Berkonsultasi ke dokter bila menduga ada tanda PMS. Antibiotik yang diminum setelah hubungan seksual yang tidak aman kemungkinan melindungi dari PMS yang diakibatkan oleh bakteri, tetapi tidak bisa digunakan untuk melawan PMS yang disebabkan oleh virus seperti herpes genital dan HIV/AIDS. Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan obat apa pun, termasuk obat-obatan yang Anda simpan sebagai persediaan di lemari obat.  
  9. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan kesehatan dan tes laboratorium membuat Anda belajar tentang gangguan dan menangani gangguan yang sebelumnya tidak Anda perhatikan. 
  10. Hindari aktifitas seksual jika ada keraguan tentang keamanan. Tidak ada satupun dari aktifitas seksual yang agak aman menjamin perlindungan. Sebaiknya aktifitas seksual yang masih diragukan keamanannya perlu dihindari.
Semua cara mencegah AIDS adalah bisa direalisasikan. Namun, pencegahan yang menurut anda berlandaskan agama, adalah pilihan terbaik dari pilihan-pilihan yang ada.

Terima Kasih Berkenan Membaca, Klik Banner Di Bawah Untuk Men-Donasi Blog Ini....

Ternyata, Kehamilan Pada Usia Remaja Kian Meningkat

|0 comments
Jumlah kehamilan di usia remaja belakangan ini makin meningkat. Seperti yang dilaporkan oleh Institut Guttmatcher, sebuah organisasi yang marak meneliti tentang kesehatan seksual dan reproduksi, bahwa jumlah kehamilan remaja meningkat 3% pada tahun 2006 (hingga sekarang).

Sebelumnya kira-kira beranjak 10 tahun ke belakang, jumlah kehamilan remaja menurun tajam akibat diberlakukannya kontrasepsi. Namun, karena berbagai sebab yang masih diteliti, jumlah kehamilan remaja kian meiningkat dan terus melonjak pesat. 



Salah satu faktor yang diperkirakan menjadi perantara terjadinya peningkatan jumlah kehamilan remaja adalah kurangnya edukasi tentang seks (khususnya bahaya seks bebas) oleh para tenaga medis dan pihak kesehatan lain. Selain itu, menjamurnya film-film berbau porno meningkatkan motivasi kaum remaja untuk turut berfantasi secara tidak wajar dalam dunia seks. Lebih jeleknya, yakni ketika sepasang muda mudi melakukan suatu hubungan suami istri (di luar nikah tentunya), dengan tidak menghiraukan dampak kehamilan pada si pemudi, dapat meningkatkan jumlah kehamilan pada remaja, serta dapat pula meningkatkan angka depresi bahkan kematian pada remaja.

Kesehatan Penis: Identifikasi dan Pencegahan Masalah

|4 comments
Penis (yang berasal dari kata phallus) berarti alat kelamin jantan. Penis merupakan organ eksternal kerena berada di luar ruang tubuh. Kata "penis" tidaklah tabu bagi kalangan ilmuan ataupun oknum kesehatan dan kedokteran, jadi penggunaan kata "penis" dalam artikel kali ini ditujukan untuk membicarakan sesuatu yang berada dalam konteks ilmiah.

Kesehatan penis amat penting bagi kaum pria untuk menunjang berbagai fungsi penis. Fungsi penis secara biologi adalah sebagai alat pembuangan (organ ekskresi) sisa metabolisme berwujud cairan (urinasi) dan sebagai alat bantu reproduksi. Dengan kata lain, penis yang fisiologis (sehat) dapat berguna sebagai saluran pembuangan "sampah" dan juga sebagai organ seksual (proses ereksi, ejakulasi, dan reproduksi termasuk di dalamnya).

Berbagai masalah dapat terjadi pada penis yang dapat berdampak pada terganggunya fungsi penis. Oleh karena itu, amatlah penting untuk mengetahui tanda dan gejala masalah pada penis, serta beberapa upaya untuk menjaga kesehatan penis.

Apa yang Mempengaruhi Kesehatan Penis?
Berbagai faktor dapat mempengaruhi kesehatan penis, di antaranya:
  • Seks yang tidak terproteksi: seseorang dapat saja tertular berbagai penyakit menular seksual jika ia sering berhubungan seksual secara tidak aman.
  • Seks agresif/akrobatik atau masturbasi: Bila penis seorang pria terbengkok secara tiba-tiba ketika sedang ereksi akibat terlalu agresif, maka meningkatkan risiko fraktur penis. 
  • Penyakit jantung dan diabetes: Terhambatnya aliran darah akibat diabetes dan atelosklerosis dapat menyebabkan disfungsi ereksi.
  • Sedang menjalani pengobatan tertentu: Menjalani berbagai medikasi dapat berpengaruh pada kesehatan penis. Sebagai contoh penggunaan antibiotik dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan resistensi terhadap kuman tertentu yang berdampak pada peningkatan kejadian infeksi. 
  • Seusai menjalani operasi tertentu: Sebagai contoh, seorang pria yang baru saja menjalani pengangkatan kelenjar prostat dapat mengalami inkontinensia (ngompol) dan disfungsi ereksi.
  • Merokok: Merokok dapat menyebabkan disfungsi ereksi hingga dua kali lebih besar daripada tidak merokok. 
  • Pengaruh hormonal: Ketidakseimbangan hormon seperti defisiensi testosteron atau terlalu banyak hormon prolaktin, dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi.
  • Masalah psikologis: Depresi dapat menyebabkan kehilangan libido (gairah seksual). Apabila sebelumnya seorang pria pernah mengalami masalah pada ereksi, mungkin saja ia berpikir masalahnya akan terjadi lagi dan ini justri mengakibatkan kecemasan bahkan depresi. Hingga pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan impotensi.
  • Kondisi neurologis: Stroke, trauma tulang belakang, sklerosis multipel, dan demensia dapat mempengaruhi penyaluran impuls saraf dari otak ke penis sehingga menyebabkan disfungsi ereksi. 
  • Proses penuaan: Kadar testosteron pria secara normal menurun seiring usia. Hal ini dapat menurunkan ketertarikan seksual pada pria (berkurangnya hasrat seksual), membuat pria memerlukan waktu yang lama untuk mencapai dan mempertahankan ereksi, serta membuat ejakulasi kurang bertenaga dan memerlukan waktu yang lama untuk mencapai ereksi berikutnya pasca ejakulasi. 
  • Tindikan pada "badan" penis: Tindik dapat menyebabkan infeksi kulit penis dan menyebabkan ereksi menjadi lama terjadi (karena ada penghalangan aliran darah).
Apa Saja Masalah yang Terjadi Pada Penis?
Beberapa kondisi/masalah yang dapat terjadi pada penis ialah:
  • Masalah ereksi dan ejakulasi: Terdiri dari disfungsi ereksi (ketidakmampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi untuk keperluan seks), priapism (ereksi yang persisten dan nyeri yang tidak terjadi karena stimulasi seksual), anejakulasi (tidak mampu berejakulasi secara normal--ejakulasi prematur, ejakulasi tertunda, ejakulasi nyeri, dan ejakulasi retrograde, yaitu ketika air mani masuk ke kandung kemih bukan keluar melalui penis ketika orgasme).
  • Infeksi menular seksual: Berbagai infeksi menular seksual dapat mempengaruhi penis, termasuk gonore, klamidia, sifilis dan herpes genitalis. Tanda dan gejala mungkin termasuk nyeri ketika buang air kecil, sekret pada penis, dan luka atau lecet pada penis atau sekitarnya.
  • Masalah pada foreskin (kulup): Kondisi yang disebut phimosis terjadi ketika kulup pada seorang pria yang tidak sunat tidak dapat ditarik dari kepala penis. Paraphimosis terjadi ketika kulup tidak dapat kembali ke posisi normal setelah berhasil ditarik. 
  • Penyakit atau kondisi lain: Infeksi jamur dapat menyebabkan ruam kemerahan dan bercak putih pada penis. Inflamasi (peradangan) pada kepala penis yang disebut balanitis dapat menyebabkan nyeri dan keluarnya cairan busuk dari penis. Peyronie's Disease, suatu kondisi kronis yang mencakup perkembangan jaringan parut di bagian dalam penis dapat menyebabkan nyeri ketika ereksi. Kanker penis, suatu kondisi yang jarang terjadi, memiliki gejala awal lesi pada kulup, lalu kepala penis, sampai berkembang lebih besar diiringi cairan bernanah. 
Apa Tanda dan Gejala dari Berbagai Masalah Pada Penis?
Sebaiknya segera konsul ke dokter apabila anda memiliki gejala sebagai berikut:
  • Memar pada penis anda
  • Masalah berejakulasi (apapun)
  • Kencing atau ejakulasi berdarah
  • Benjol, bengkak, ruam, dan luka pada penis
  • Rasa nyeri ketika ereksi yang mengganggu aktivitas seksual
  • Sensasi terbakar ketika buang air kecil
  • Keluar cairan berbau dan atau kental dari penis
  • Nyeri yang terjadi pasca trauma pada penis.
Apa yang Seharusnya Dilakukan Untuk Menjaga Kesehatan Penis?
Semua pria dapat menyusun langkah untuk menjaga kesehatan penis, seperti:
  • Berprilaku seks yang aman: Gunakan pengaman untuk berhubungan dengan pasangan apabila pasangan menderita infeksi menular seksual.
  • Vaksin: Vaksin HPV untuk pria di bawah 26 tahun (baru dicanangkan), setidaknyab dapat sedikit mencegah terjadinya kanker serviks pada pasangan seorang pria.
  • Aktivitas fisik: Aktivitas fisik yang teratur dan tidak berlebihan dapat membantu mengurangi risiko disfungsi ereksi.
  • Berperilaku bersih: Bila seorang pria tidak sunat (sirkumsisi), mencuci kulup dengan air dan sabun secara rutin sangat disarankan. 
  • Kenali pengobatan yang sedang dijalani: Selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai pengobatan suatu penyakit yang sedang diderita untuk menghindari kemungkinan efek samping yang mungkin berdampak pada organ seksual. 
  • Hindari depresi: Pelajari bagaimana seseorang bisa terus hidup tenang tanpa depresi, mungkin dengan mendalami agama, enjoy dalam pekerjaan, bersyukur terhadap apa yang dimiliki, dan sebagainya.
  • Berhenti/kurangi merokok: Apabila seorang pria sudah menjalani semua langkah yang ada, tetapi tetap merokok, peluang pria itu untuk menderita masalah pada penis masih amat besar. 
  • Seks secara teratur: Aktivitas seksual yang teratur atau berfrekuensi dapat membantu menjaga fungsi ereksi.
Ingat bahwa semua masalah pada penis dapat dicegah. Oleh karena itu pelajarilah langkah-langkah pencegahannya dengan para pakar seksologi ataupun dokter andrologi jika anda merasa artikel-artikel yang anda baca belum memuaskan. Lakukanlah diskusi, konsultasi, dan pemeriksaan berkala untuk mengetahui adakah masalah pada penis agar dapat sesegera mungkin dicegah, didiagnosis, atau bahkan ditatalaksana.

    Artikel diterjemahkan dari: http://www.mayoclinic.com/health/penis-health/MY01461/METHOD=print
    Terima Kasih Berkenan Membaca, Klik Banner Di Bawah Untuk Men-Donasi Blog Ini....